• AddressJl. Ki Hajar Dewantara No. 116
  • Emailfkipummetro@gmail.com
  • Contact(0725) 42445-42

Pendidikan Sejarah UM Metro Perkuat Kerjasama dengan P3SI di Berbagai Bidang

Metro – Kaprodi Pendidikan Sejarah UM Metro Hadiri Seminar Nasional, Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama, Pelantikan & Rapat Kerja Perkumpulan Prodi Pendidikan Sejarah se-Indonesia (P3SI) di UNS tahun 2026

Ketua Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UM Metro, Dr. Johan Setiawan, M.Pd. menghadiri undangan Seminar Nasional, Pelantikan & Rapat Kerja Perkumpulan Prodi Pendidikan Sejarah se-Indonesia (P3SI). Even tahunan yang bertempat di Universitas Sebelas Maret, Surakarta berlangsung dari tanggal 4-7 Februari 2026.

Kegiatan ini hadir Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) yang bekerja sama dengan Universitas Sebelas Maret (UNS) dan Perkumpulan Program Studi Pendidikan Sejarah Indonesia (P3SI) menyelenggarakan Seminar Nasional Sejarah Pancasila yang dirangkaikan dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara BPIP dan P3SI.

Seminar nasional ini bertujuan memperkuat pemahaman sejarah Pancasila sebagai fondasi ideologis bangsa dalam menghadapi tantangan globalisasi, disrupsi digital, serta dinamika sosial politik yang terus berkembang.

Kepala BPIP Yudian Wahyudi menegaskan bahwa sejarah Pancasila memiliki peran strategis dalam membentuk kesadaran ideologis generasi bangsa. Menurutnya, Pancasila tidak cukup dipahami sebagai produk historis semata, tetapi harus dihidupkan sebagai nilai yang terus berdialog dengan perkembangan zaman.

Ia juga menekankan bahwa pendidikan sejarah Pancasila di perguruan tinggi harus mampu membangun daya kritis mahasiswa agar nilai-nilai Pancasila tidak tereduksi oleh arus globalisasi dan ideologi transnasional.

“Melalui penguatan pendidikan sejarah Pancasila yang ilmiah dan kontekstual, kita ingin memastikan bahwa Pancasila tetap menjadi sumber nilai, orientasi moral, dan arah pembangunan bangsa di masa depan,” ujar Kepala BPIP.

Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani turut memberikan sambutan dan menyampaikan apresiasi atas kepercayaan BPIP yang memilih Kota Surakarta sebagai tuan rumah Seminar Nasional Sejarah Pancasila. Ia menilai kegiatan ini sejalan dengan karakter Kota Solo sebagai kota budaya dan kota sejarah yang memiliki peran penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Ia menegaskan penguatan pemahaman sejarah Pancasila melalui dunia pendidikan merupakan investasi strategis dalam membangun karakter generasi muda, sekaligus memperkokoh nilai kebangsaan di tengah derasnya pengaruh global.

Deputi Bidang Hubungan Antarlembaga BPIP Prakoso, menjelaskan bahwa pemilihan Surakarta sebagai lokasi kegiatan didasarkan pada rekam jejak historis kota tersebut dalam perkembangan pendidikan dan pergerakan pemuda nasional, termasuk peran Jong Java dalam peristiwa Sumpah Pemuda.

Menurutnya, sejarah Pancasila tidak boleh berhenti sebagai romantisme masa lalu, tetapi harus dijadikan pijakan dalam merespons tantangan ideologi, ekonomi, hingga pertahanan dan keamanan di era digital.

“Jika sejarah Pancasila tidak dipahami secara utuh dan kritis, nilai-nilai luhur di dalamnya berisiko tereduksi bahkan terlupakan. Seminar ini merupakan upaya strategis BPIP untuk meneguhkan jati diri bangsa di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks,” ungkapnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Penelitian UNS, Prof. Dr. Fitria Rahmawati, menyambut baik inisiatif BPIP dalam membumikan nilai-nilai Pancasila di lingkungan pendidikan tinggi. Salah satu agenda penting yang dibahas dalam seminar ini adalah rencana penyusunan buku teks (textbook) terstandar nasional untuk mata kuliah wajib Pancasila.

Kegiatan selanjutnya yaitu pelantikan Pengurus Pusat P3SI tahun 2025-2029, MOA Program Studi Pendidikan Sejarah FKIP UM Metro dengan P3SI, dan dilaksanakan Rapat Kerja dari berbagai bidang, diantaranya: (1) Bidang Pendidikan, Kurikulum dan Pegembangan Akademik, (2) Penelitian, Pengabdian, dan Publikasi Ilmiah, (3) Kelembagaan dan Teknologi Digital, (4) Kemitraan Strategis dan Advokasi.

 Kaprodi Pendidikan Sejarah UM Metro, Dr. Johan Setiawan, M.Pd menyampaikan bahwa hasil dari Seminar Nasional, Pelantikan, & Rapat Kerja Perkumpulan Prodi Pendidikan Sejarah se-Indonesia berguna untuk membina kerjasama internal antar prodi Pendidikan Sejarah se-Indonesia. Terutama dalam hal pendidikan, penelitian dan pengabdian. Selain itu kerjasama dengan pihak pemerintah dalam berbagai kegiatan berkaitan dengan penguatan pancasila dalam proses pembelajaran sejarah.