Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP UM Metro Perkuat Literasi Kewirausahaan Dengan Kunjangan Industri

Program Studi Pendidikan Ekonomi Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Metro terus berkomitmen dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan kompetensi mahasiswa, khususnya dalam bidang kewirausahaan. Salah satu upaya yang dilakukan adalah melalui kegiatan kunjungan industri ke Cokelat Monggo Yogyakarta yang dilaksanakan pada Rabu, 4 Februari 2026.
Kegiatan kunjungan industri ini diikuti oleh mahasiswa Program Studi Pendidikan Ekonomi angkatan 2023 dan 2024. Kunjungan tersebut bertujuan untuk memperkuat literasi kewirausahaan mahasiswa dengan memberikan pengalaman belajar secara langsung di dunia industri, sehingga mahasiswa tidak hanya memahami konsep kewirausahaan secara teoritis, tetapi juga mampu melihat penerapannya secara nyata.
Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini didampingi langsung oleh Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP UM Metro, Tiara Anggia Dewi, M.Pd., serta dosen pendamping Fajri Arif Wibawa, S.Pd., M.Pd. Kehadiran pimpinan program studi dan dosen pendamping menunjukkan dukungan penuh terhadap penguatan kompetensi mahasiswa sebagai calon pendidik ekonomi sekaligus calon wirausaha yang adaptif terhadap perkembangan dunia usaha dan industri.
Selama kunjungan, mahasiswa mendapatkan pemaparan materi dari pihak industri Cokelat Monggo yang disampaikan oleh Bapak Reza. Dalam sesi tersebut, Bapak Reza menjelaskan secara rinci mengenai sejarah berdirinya Cokelat Monggo sebagai salah satu industri cokelat lokal yang mampu bersaing di pasar nasional dan internasional. Selain itu, mahasiswa juga memperoleh penjelasan mengenai tahapan proses produksi cokelat, mulai dari pengolahan bahan baku, proses pencampuran, pencetakan, hingga pengendalian mutu produk.
Tidak hanya itu, mahasiswa juga diperkenalkan dengan berbagai jenis produk cokelat yang dihasilkan oleh Cokelat Monggo, termasuk inovasi produk dan variasi rasa yang dikembangkan sesuai dengan selera pasar. Aspek pengemasan produk juga menjadi salah satu fokus pembahasan, mengingat kemasan memiliki peran penting dalam meningkatkan daya tarik produk dan nilai jual di pasar.
Perwakilan Cokelat Monggo, Bapak Reza, menjelaskan bahwa industri cokelat membutuhkan inovasi dan konsistensi kualitas agar mampu bersaing.
“Dalam membangun industri cokelat, kami selalu menekankan pentingnya kualitas produk, inovasi rasa, serta kemasan yang menarik. Kami berharap pengalaman yang kami bagikan hari ini dapat menginspirasi mahasiswa untuk berani berwirausaha dan menciptakan produk unggulan,” ungkap Reza.
Sebagai bentuk pembelajaran aplikatif, mahasiswa Pendidikan Ekonomi FKIP UM Metro juga mengikuti kegiatan praktik pembuatan cokelat secara langsung. Dalam sesi praktik ini, mahasiswa didampingi oleh Ibu Helga yang memberikan bimbingan teknis mengenai cara pengolahan cokelat yang baik dan benar, serta memperkenalkan teknik dasar dalam menghasilkan produk cokelat berkualitas. Kegiatan praktik ini disambut dengan antusias oleh mahasiswa karena memberikan pengalaman langsung yang berharga dalam memahami proses produksi sebuah produk industri.
Ibu Helga menyampaikan bahwa praktik langsung menjadi cara efektif untuk memahami proses produksi.
“Melalui praktik pembuatan cokelat ini, mahasiswa dapat mengetahui secara langsung tahapan produksi dan teknik dasar pengolahan cokelat. Harapannya, pengalaman ini dapat menjadi bekal awal bagi mahasiswa yang tertarik mengembangkan usaha di bidang kuliner,” tutur Helga.
Tiara Anggia Dewi, M.Pd., menyampaikan bahwa kegiatan kunjungan industri ini menjadi bagian penting dalam penguatan literasi kewirausahaan mahasiswa.
“Kunjungan industri ini kami laksanakan untuk memberikan pengalaman belajar nyata kepada mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami konsep kewirausahaan di ruang kelas, tetapi juga melihat langsung bagaimana sebuah industri mengelola produksi, pemasaran, hingga pengemasan produk secara profesional,” ujar Tiara.
Dosen Pendidikan Ekonomi FKIP UM Metro, Fajri Arif Wibawa, S.Pd., M.Pd., menekankan pentingnya pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa.
“Pembelajaran di luar kelas seperti kunjungan industri ini sangat penting untuk menumbuhkan daya kritis dan kreativitas mahasiswa. Mahasiswa dapat mengaitkan teori ekonomi dan kewirausahaan yang dipelajari di perkuliahan dengan praktik nyata di dunia industri,” jelas Fajri.
Melalui kegiatan kunjungan industri ini, mahasiswa diharapkan mampu meningkatkan wawasan dan pemahaman mengenai pengelolaan usaha, proses produksi, strategi pemasaran, serta pentingnya inovasi dalam dunia kewirausahaan. Pengalaman belajar di luar kelas ini menjadi sarana penguatan literasi kewirausahaan yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan industri saat ini.
Program Studi Pendidikan Ekonomi FKIP UM Metro berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan sebagai bagian dari upaya peningkatan kualitas lulusan. Dengan bekal pengetahuan, pengalaman, dan keterampilan yang diperoleh melalui kegiatan kunjungan industri, mahasiswa diharapkan mampu menjadi lulusan yang tidak hanya kompeten di bidang pendidikan ekonomi, tetapi juga memiliki jiwa kewirausahaan yang kreatif, inovatif, dan berdaya saing.