Sinergi Lintas Negara: Tim Peneliti UiTM Malaysia dan UM Metro Raih Silver Award di Ajang Internasional SIRAC 2026

KUALA LUMPUR – Kabar membanggakan datang dari dunia akademik internasional. Tim kolaborasi penelitian lintas negara yang terdiri dari dosen Universitas Muhammadiyah (UM) Metro, Indonesia, dan Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia, berhasil menorehkan prestasi gemilang dengan meraih Silver Award dalam ajang Semarak International Research Article Competition – MyCite/International Journal (SIRAC – MyCite IJ).
Acara bergengsi tersebut diselenggarakan di Kuala Lumpur pada 31 Januari 2026, mempertemukan berbagai peneliti unggulan dari berbagai negara untuk mempresentasikan inovasi dan temuan ilmiah terbaru yang berdampak pada perkembangan ilmu pengetahuan global.
Tim kolaborasi ini mengangkat isu yang sangat relevan dengan perkembangan teknologi saat ini melalui penelitian berjudul:
“Students’ Perceptions of AI-Mediated Formative Feedback in academic writing: Evidence from Malaysian Higher Education”
Penelitian ini membedah bagaimana persepsi mahasiswa terhadap penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam memberikan umpan balik formatif pada penulisan akademik. Di tengah masifnya penggunaan alat AI di perguruan tinggi, temuan tim ini memberikan kontribusi penting bagi pengembangan metode pembelajaran yang adaptif dan efektif.
Keberhasilan ini merupakan buah manis dari kerja keras tim peneliti yang solid, yang terdiri dari:
Dari UiTM Malaysia:
• Maizatul Akmal Mohd Mohzan
• Norhafizah Abdul Halil
• Norhaslinda Hassan
• Hanani Ahmad Zubir
Dari UM Metro Indonesia:
• Fenny Thresia
• Dedy Subandowo
Capaian Silver Award ini tidak hanya menjadi bukti kualitas riset yang dihasilkan, tetapi juga memperkuat posisi UiTM dan UM Metro dalam kancah riset internasional. Kolaborasi joint research seperti ini diharapkan terus berlanjut guna meningkatkan publikasi ilmiah pada jurnal-jurnal bereputasi yang terindeks MyCite maupun database internasional lainnya.
Rektor UM Metro, Dr. Nyoto Suseno, M.Si menyatakan apresiasi setinggi-tingginya atas pencapaian ini. "Prestasi ini membuktikan bahwa dosen-dosen kita mampu bersaing dan berkolaborasi secara global. Semoga riset mengenai AI ini dapat diimplementasikan untuk meningkatkan kualitas lulusan kita," ujarnya.
Pencapaian di awal tahun 2026 ini diharapkan menjadi pemantik semangat bagi civitas akademika lainnya untuk terus berinovasi dan memperluas jaringan kerjasama internasional.