• AddressJl. Ki Hajar Dewantara No. 116
  • Emailfkipummetro@gmail.com
  • Contact(0725) 42445-42

TIM PPK ORMAWA HIMADIKMI FKIP UM METRO LAKUKAN KOORDINASI AWAL PROGRAM SMART VILLAGE REJOAGUNG BERSAMA PEMERINTAH DESA DAN MITRA MASYARAKAT

Tim PPK ORMAWA HIMADIKMI FKIP Universitas Muhammadiyah Metro melaksanakan kegiatan koordinasi awal bersama Pemerintah Desa Rejo Agung dan mitra masyarakat dalam rangka pelaksanaan program bertajuk “SMART VILLAGE REJOAGUNG: Digitalisasi UMKM dan Pojok Literasi Tematik Berbasis Life Skills untuk Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Lokal yang Berkelanjutan.”

Kegiatan dilaksanakan pada Selasa, 2 Juni 2026 bertempat di rumah Ketua KWT Rejo Agung. Pertemuan ini menjadi langkah awal dalam membangun sinergi dan kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan kelembagaan masyarakat guna menyukseskan pelaksanaan Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK ORMAWA) Tahun 2026 yang didanai oleh BELMAWA KEMDIKTISAINTEK.

Kegiatan koordinasi dihadiri oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Muhammadiyah Metro Dr. Ir. Eva Rolia, M.T., M.KM., Kepala Desa Rejo Agung Harmoko, S.E., Ketua KWT, PKK, Bank Sampah PKK, RISMA Rejo Agung, Dosen Pendamping Fajri Arif Wibawa, S.Pd., M.Pd., Ketua Tim Resdi Nirwanda, serta seluruh anggota Tim PPK ORMAWA HIMADIKMI FKIP UM Metro.

Dalam sambutannya, Dr. Ir. Eva Rolia, M.T., M.KM. menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk nyata kontribusi mahasiswa dalam membantu masyarakat desa meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dan penguatan ekonomi lokal berbasis potensi desa. Beliau berharap program yang dijalankan tidak hanya bersifat seremonial, tetapi mampu memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat.

Desa Rejo Agung sendiri memiliki berbagai potensi yang mendukung kemandirian ekonomi masyarakat, di antaranya keberadaan 28 pelaku UMKM, Kelompok Wanita Tani (KWT) dengan 25 anggota, PKK sebanyak 45 anggota, Bank Sampah PKK 25 anggota, serta Remaja Islam Masjid (RISMA) sebanyak 26 anggota. Potensi tersebut diperkuat dengan lebih dari 20 jenis produk olahan berbasis hasil pertanian seperti singkong, pisang, dan tape yang menjadi produk unggulan masyarakat.

Selain itu, Desa Rejo Agung memiliki lahan pertanian seluas 340,40 hektare yang terdiri atas 194,40 hektare sawah dan 146,00 hektare non-sawah yang sebagian dimanfaatkan oleh kelompok masyarakat, khususnya KWT. Namun demikian, kondisi wilayah yang rawan kekeringan dan belum optimalnya pengelolaan potensi desa menyebabkan nilai tambah ekonomi masyarakat masih belum berkembang secara maksimal.

Berdasarkan hasil observasi Tim PPK ORMAWA HIMADIKMI FKIP UM Metro, ditemukan beberapa permasalahan utama, antara lain rendahnya pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran UMKM, terbatasnya akses pembelajaran berbasis life skills, belum tersedianya ruang belajar terpadu antar kelembagaan desa, serta masih rendahnya inovasi produk, branding, kemasan, dan legalitas usaha masyarakat. Selain itu, peran Bank Sampah juga belum terintegrasi secara optimal dalam mendukung ekonomi kreatif desa.

Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, Tim PPK ORMAWA HIMADIKMI FKIP UM Metro menawarkan program pemberdayaan melalui pembentukan empat Pojok Literasi Tematik berbasis life skills, yaitu:

  1. Pojok Inovasi Tani Berkah (KWT),
  2. Pojok Literasi Keluarga Cerdas (PKK),
  3. Pojok Kreasi Lingkungan Berdaya (Bank Sampah PKK), dan
  4. Pojok Digital Preneur Muda (RISMA).

Setiap pojok literasi akan melibatkan minimal 20 peserta tanpa tumpang tindih dan dilaksanakan melalui sedikitnya 10 kali pertemuan pembelajaran. Kegiatan yang direncanakan meliputi pelatihan inovasi produk, pengelolaan keuangan usaha, pengolahan limbah bernilai ekonomis, branding produk, penguatan kemasan, pendampingan legalitas usaha seperti NIB dan PIRT, hingga pelatihan digital marketing dan marketplace melalui Shopee, TikTok Shop, dan Instagram.

Dosen Pendamping PPK ORMAWA HIMADIKMI FKIP UM Metro, Fajri Arif Wibawa, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa program ini dirancang tidak hanya untuk memberikan pelatihan, tetapi juga membangun sistem pemberdayaan masyarakat yang terintegrasi dan berkelanjutan.

“Melalui program SMART VILLAGE REJOAGUNG, kami ingin menghadirkan ruang belajar masyarakat berbasis life skills yang mampu meningkatkan kapasitas masyarakat desa secara nyata. Program ini tidak hanya fokus pada penguatan UMKM, tetapi juga membangun kolaborasi antar kelembagaan desa agar tercipta ekosistem pemberdayaan yang berkelanjutan,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Tim PPK ORMAWA HIMADIKMI FKIP UM Metro, Resdi Nirwanda, menyampaikan bahwa koordinasi awal menjadi langkah penting untuk menyamakan persepsi bersama seluruh mitra sebelum program dijalankan secara penuh di masyarakat.

“Kami berharap seluruh program yang dirancang dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Desa Rejo Agung, khususnya dalam meningkatkan keterampilan masyarakat di bidang kewirausahaan, digital marketing, pengelolaan usaha, dan pengembangan potensi lokal desa. Kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat menjadi kekuatan utama dalam mewujudkan desa yang mandiri dan berdaya saing,” ungkapnya.

Kepala Desa Rejo Agung, Harmoko, S.E., juga menyampaikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan program ini. Menurutnya, program SMART VILLAGE REJOAGUNG menjadi peluang besar bagi masyarakat untuk meningkatkan kemampuan kewirausahaan, literasi digital, dan penguatan ekonomi lokal berbasis potensi desa.

Program ini juga akan memperkuat integrasi antar kelembagaan desa melalui pembentukan tim pengelola berbasis Surat Keputusan (SK) desa agar keberlanjutan program tetap berjalan meskipun pendampingan mahasiswa telah selesai dilaksanakan.

Melalui pendekatan Smart Village Learning Cycle dengan tahapan Explore, Empower, Implement, dan Sustain, program ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem pembelajaran masyarakat yang berkelanjutan, meningkatkan daya saing UMKM desa, serta mendorong terwujudnya Desa Rejo Agung sebagai desa mandiri berbasis literasi, inovasi, dan digitalisasi ekonomi lokal.

Kegiatan koordinasi awal ini menjadi fondasi penting dalam menyamakan persepsi, menyusun strategi pelaksanaan program, serta memperkuat komitmen bersama antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mewujudkan pemberdayaan desa yang berdampak dan berkelanjutan.