
METRO, LAMPUNG – Atmosfer akademik dan budaya riset di lingkungan Universitas Muhammadiyah Metro (UM Metro) terus menunjukkan grafik yang sangat progresif dan menggembirakan. Melalui pemetaan capaian kinerja dosen yang secara resmi dirilis oleh Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) per 1 September 2026, terlihat jelas komitmen kuat institusi dalam mengawal kualitas publikasi ilmiah. Menariknya, dalam daftar 20 besar dosen dengan capaian Skor Science and Technology Index (SINTA) 3 Years (Versi 3) tertinggi, jajaran akademisi dan ilmuwan dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP UMM) tampil mendominasi. Prestasi ini sekaligus menunjukkan taji fakultas sebagai ujung tombak penelitian unggulan di tingkat universitas.
Berdasarkan rekapitulasi data resmi dari LPPM, capaian fenomenal riset universitas ini dipuncaki oleh Prof. Dr. M. Ihsan Dacholfany, M.Ed. di peringkat pertama dengan skor 719,24. Menariknya, dominasi prestasi langsung disusul oleh kebanggaan FKIP UMM. Dr. Johan Setiawan, S.Pd., M.Pd. sukses menempati peringkat kedua dengan skor 697,54, kemudian dikawal ketat oleh Guru Besar kebanggaan fakultas, Prof. Dr. Agus Sutanto, M.Si. di peringkat ketiga dengan skor 691,93. Kehadiran nama-nama besar dari fakultas pencetak pendidik ini di posisi puncak menjadi bukti empiris bahwa FKIP UMM adalah pilar perguruan tinggi yang benar-benar Unggul dalam mengintegrasikan tridharma perguruan tinggi.
Selain nama-nama di puncak klasemen tersebut, daftar 20 besar SINTA UM Metro juga dihiasi oleh deretan pakar yang bernaung di bawah payung FKIP UMM. Nama-nama akademisi tangguh seperti Sangidatus Sholiha (Skor 537,25), Ira Vahlia (533,00), Riswanto (492,50), Muhfahroyin (491,55), Eko Susanto (420,83), Hening Widowati (405,25), hingga Friska Octavia Rosa, Hadi Pranoto, Nego Linuhung, Arif Rahman Athhibby, Rahmad Bustanul Anwar dan Satrio Budi Wibowo turut memperkokoh fondasi riset universitas. Para pakar ini tersebar di berbagai bidang keilmuan strategis, mulai dari pendidikan ekonomi, matematika, fisika, biologi, hingga bimbingan dan konseling.
Produktivitas riset yang sangat tinggi ini bukan sekadar perlombaan mengejar metrik atau akumulasi angka di platform digital. Bagi FKIP UMM, capaian publikasi bergengsi di SINTA adalah manifestasi langsung dari nilai-nilai Profetik yang senantiasa dianut oleh kampus. Dalam paradigma profetik, ilmu pengetahuan dan riset yang dihasilkan harus membumi, memberikan solusi konkret atas persoalan umat (humanisasi), mencerdaskan masyarakat (liberasi), dan senantiasa dilandasi oleh spirit keikhlasan serta ketuhanan (transendensi). Riset-riset yang dilahirkan oleh dosen FKIP UMM berorientasi kuat pada inovasi pendidikan yang mencerahkan dan membawa kemaslahatan sosial.
Lebih dari sekadar pencapaian moral, keberhasilan memborong posisi prestisius di pemeringkatan SINTA ini menunjukkan etos kerja yang sangat Profesional. Di tengah padatnya jadwal pengajaran, pendampingan mahasiswa, dan pengabdian masyarakat, para dosen FKIP UMM terbukti mampu menjaga ritme dan kualitas publikasi di jurnal-jurnal ilmiah bereputasi nasional hingga internasional. Etos kerja Profesional ini menciptakan iklim akademik yang dinamis, di mana mahasiswa secara langsung terpapar oleh wawasan mutakhir dan temuan riset terbaru dari para dosennya, bukan sekadar teori usang dari buku teks peninggalan masa lampau.
Langkah LPPM UM Metro melakukan pemetaan dan memberikan apresiasi terhadap dosen dengan capaian SINTA tertinggi ini merupakan strategi jitu untuk merawat ekosistem riset yang berkelanjutan. Capaian ini juga menjadi basis evaluasi bagi universitas dalam melihat kontribusi nyata akademisi terhadap reputasi perguruan tinggi.
Keberhasilan mendominasi klaster riset tertinggi ini semakin mengukuhkan positioning FKIP UMM sebagai kampus rujukan utama bagi calon mahasiswa di Provinsi Lampung dan sekitarnya. Dengan didampingi oleh barisan pendidik berkelas peneliti nasional, mahasiswa dipastikan menerima kualitas pendidikan bertaraf tinggi. Ke depan, FKIP UMM akan terus memperluas sayap penelitiannya, berkolaborasi menembus batas keilmuan, dan menegaskan komitmennya dalam mencetak generasi penerus bangsa yang Unggul, Profetik, dan Profesional di tengah tantangan peradaban global.